Kamis, 24 Oktober 2013

SIAPA BILANG DIABETES TIDAK BISA SEMBUH?

          

           Adakah yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini pasti sama dengan pekan depan? atau bahkan sampai akhir hayatnya?. Sesungguhnya memvonis seseorang bahwa ia akan menderita diabet seumur hidupnya adalah mendahului takdir. Biasanya setelah mengetahui angka gula darah seseorang melampaui angka normal, sebagian ahli pengobatan langsung menetapkan mereka yang angka gula darahnya lebih dari 200 mg/dL divonis menderita diabet dan seolah angka gula darah tersebut sulit berubah.
        
          Belum lagi teror yang menghantui masyarakat bahwa kebanyakan penderita diabet terancam komplikasi dan harus waspada kena stroke. cuci darah atau diamputasi. Alhasil, diabet menjadi momok yang mencekam dan mengusik ketenangan. Lalu jika memang bisa disembuhkan mengapa penyakit ini penderita seumur hidup?. Mengapa banyak yang berusaha berobat namun tidakkunjung sembuh, bahkan sebaliknya. Benarkah diabet tidak ada solusinya?.
 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengobatan diabet berujung komplikasi, stroke,amputasi ,gagal ginjal atau kematian:



Pertama: keyakinan bahwa diabet tidak bisa disembuhkan

            Bagaimana reaksi seseorang ketika diberitahu bahwa ia sedang menderita suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Pasti ia akan stress mendengarnya. Lalu ia tidak akan berusaha mencari alternatif lain untuk mengobati penyakitnya itu, karena ia punya keyakinan bahwa penyakit yang dideritanya tidak bisa disembuhkan. Akan sangat berbeda dengan orang yang memiliki keyakinan bahwa penyakitnya bisa disembuhkan. Jika memang Dokter tidak bisa menyembuhkannya, maka ia akan mencari alternatif lain. Bukan berdiam diri menyerah begitu saja kepada mitos lalu menunggu ajal menjemput. Keyakinan bahwa diabet tidak bisa disembuhkan telah membuat orang hanya pasrah pada keadaan. 



Kedua: pembatasan makan (diet) merusak kesehatan

            Seorang penderita diabetes tidak bisa sehat dengan cara membatasi dosis makan. karena dengan pembatan tersebut maka otomatis tubuh akan mengalami kekurangan asupan nutrisi. Bila ini berlangsung dalam waktu tertentu maka organ-organ yang lain mengalami kekurangan sumber tenaga dari makanan. hingga pada akhirnya organ-organ ini melemah. Dan jika demikian organ seperti Jantung, Liver, Ginjal Mata dan Paru-Paru tinggal menunggu giliran sakit. Pendeknya pembatasan makan hanya membuat semua organ termasuk pankreas makin melemah/sakit. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu penderita diabet masuk wilayah komplikasi penyakit.



Ketiga: penggunaan obat sintetis

            Cukup banyak penderita diabet yang sudah atau mulai bosan menelan obat-obat sentetis, apalagi tambah hari obat yang harus diminum tambah bayak, namun kesembuhan dan kesehatan yang didambakan tidak kunjung tiba.   


 

3 komentar:

  1. kalau kita mau berusaha untuk mengobati penyakit diabetes serta mau berdo'a, pasti penyakit tersebut bisa sembuh :)

    BalasHapus
  2. thanks broooooooO
    http://innsya-allah.blogspot.com/

    BalasHapus

Selamat datang di blog saya silahkan tinggalkan komentar anda SEMOGA ANDA SENANG dengan blog saya ini Terimakasih!!!